Ketika musim buah yang datang, dengan yakin saya bisa memilih buah-buahan yang ranum dan masak tetapi lain halnya bila musim pemilihan itu datang (mungkin anda lebih tahu dari saya) dari pemilihan yang ada di tingkat bawah maupun tingkat atas selalu membuat saya pesimitis, banyak hal yang membuat saya pesimitis, bukan sekali saja berulang kali musim pemilihan itu datang selalu rasa pesimitis itu datang.
Pengalaman membuat rasa itu mendera, berbagai kasus yang terlihat di televisi, berbagai tingkah polah mereka yang terekam dalam layar bening yang setia menemaniku untuk menonton mereka di rumah, yang ada di pikiran, masih pantaskah untuk memilih mereka dalam musim-musim yang akan datang, sebenarnya buat apa sih aku memilih mereka, apa memang mereka mewakili suara aku atau mewakili kendaraan-kendaraan tempat asal meraka berada. kapok… kata itu yang ada dalam benakku sekarang
buat apa sebenarnya aku memilih mereka
Karcis parkir itu di tangan saya!
Berapa banyak tukang parkir yang ada di daerah anda?…..berapa banyak tukang parkir yang terdaftar?…..berapa banyak tukang parkir yang kasih anda karcis parkir?…..berapa banyak uang yang mereka dapat?…….berapa banyak pendapatan daerah yang di dapat dari parkir?……jujur saya pengin tahu mekanisme karcis parkir itu dari mana asalnya ke mana aja sehingga karcis parkir itu bisa sampai ke tangan saya….atau bahkan tidak pernah sampai ke tangan saya…….saya mencoba menulis ini untuk bisa di renungkan semua…..
Yakin ngak sih, kita sudah displin?
Pernah ngak kita bertanya pada diri sendiri, apakah diri kita displin?..
Jawabannya pasti berbeda-beda, yang pasti pernahkah kita tahu bahwa kedisplinan di mulai dari diri kita yang paling kecil aja, salah satunya adalah membuang sampah, yang paling kecil aja puntung rokok. Berapa sering kita membuang abu rokok dan puntung bekas rokok di tempatnya, tentu hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya, semoga sesudah membaca postingan pertama di blog pertama saya ini, kita semua bisa memulai kedisplinan ini dengan hal yang paling kecil yaitu membuang abu dan puntung rokok tidak sembarangan